Sepagi ini gua menikmati perjalanan sepanjang menuju kantor. Entah apa, tapi rasanya begitu menyejukkan hati saja menikmati langit mendung di pagi ini. Bukan tentang rasa yang sedemikian sepi atau luka hati yang melelahkan yang tak jelas kapan berakhir.
Langit tadi mendung. Dia memikat. Rona kelabunya menghentikan semua tanya dan gelisah. Mendung sepagi ini tidak berarti bahwa dia hujan. Atau pula menandakan satu hari hari yang berjalan lambat. Tidak. Dia mendung. Kelabu pekat.
Tentang sepagi ini yang membuat gua terhenyak dalam nyamannya kelabu itu. Gua menikmati setiap ronanya. Pekat yang menenangkan. Dia bukan sendu, apalagi biru. Dia kelabu.
Hanya saja, sekarang sedang mendung. Dingin. Dia menenangkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
gelap itu abu.. seperti batasan warana natara hitam dan putih
BalasHapusutnuk satu ini tak perlu jelaskan benar ataupun salah hanya mengalir saja.. abu bawakan sendu dingin yang ku mau...
antara hitam dan putih itu bukan abu, tapi kelabu...kecenderungan sebatas bening dan bukan warna..dia rasa...abu tidaklah sendu, tak juga dingin..walau dia yang kau mau...karena itu bukan kelabu.
BalasHapus