Sebenarnya, cuma mau mengakui kesalahan dan mengatakan betapa beruntungnya saya memiliki dia
Tapi, ditanggapi dengan salah.
Aneh saja rasanya...
Malah semakin arogan...
Tidak berani memiliki komitmen hanya bagian dari orang yang mempermainkan waktu saja
Tak mampu belajar memiliki sayap
Sehingga tak mampu mengepak dan menghempas udara
Malah semakin keras kepala
Maaf saja,
Saya pernah gagal sekali dan tak akan mau mengulanginya kembali
Ini bukan tentang menimbang satu lalu membagi nya dua
Sudah cukup lama, namun tak kunjung mengerti
Alasan yang menghasilkan logika
Untuk apa?
Saya berdiri disini, berkata
Jalinan yang saya bangun hanya berujung pada komitmen yang saya punya pada akhirnya
Sejak awal yang saya cari hidup yang menghidupkan
Bukan euphoria yang berpura-pura seperti proses metamorfosa
Sekali lagi,
Malam itu saya mencoba menyampaikan rasa bersalah saya setelah sekian lama,
dan betapa beruntungnya saya memiliki dia
Tapi, arogansi yang salah lebih dulu menyapa
Saya tidak membenci kamu
tidak sekali pun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar