Sejenak bertukar sapa
Tentang langit kelabu
yang mendung...
Terkadang gue mikir tentang semua keadaan yang terjadi belakangan ini. Semakin dijalani kok semakin tak menentu. Ruang itu masih benar terasa sepinya. Hampa yang sunyi.
Gue berpikir semua jalinan itu teramat rumit. Mengikat satu sama lain. Jengah untuk mengurainya.
Gue udah cukup lama berdiri disini. Menunggu untuk keadaan yang tak pasti. Menghenyakkan diri dalam batas-batas tak bertepi. Sebuah Ironi. Nyanyi luka dalam sepi.
Dalam keheningan, terkadang gue terjaga. Untuk selanjutnya menyadari nyeri hati yang teramat sering menyapa. Menyisakan ruang hampa yang tak pernah berjeda.
Sepi ini teramat biru. Bukan tentang satu, tapi biru. Yang biru, kelabu. Dan dia sendu.
Nyanyi sepi, mengalun.
Kamu tahu,
Karena menunggu, tak pernah bertepi...
(Suatu sore mendengarkan :: Kate Winslet : What if)
Tentang kunang-kunang biru...
BalasHapustapi ia tak mengijinkankan dirinya membiru..
melainkan bercahaya biru...indah.Dia sepi dan itu indah...
Ironis...ketika pagi datang,cahayapun hilang.Tapi paling tidak ia telah berusaha untuk tidak membiru...
Ahh...menunggu...kenapa harus..menunggu.Biarkan saja tidak usah di tunggu...biarkan.biarkan sajalah dia datang menghampiri...
Menarilah sepuas hati...tertawalah seperti anak kecil..bersenandunglah sesering mungkin.Karena hari inilah hidup yang sesungguhnya....
suka dengan komen mu kali ini...
BalasHapushidup yang menghidupkan..