Selasa, 25 Mei 2010

...Entah Kapan...

Gua duduk di sore yang tenang. Memperhatikan nyanyi sunyi yang terus menemani. Rona senja tak lagi menghangatkan. Entah kemana perginya rasa itu.

Tentang sore yang sunyi ini.

Mungkin, yang sampai saat ini, gua hanya menikmati semua yang terjadi. Membiarkannya mengalir. Membelasak masuk, menelusup dalam setiap ruang jeda yang tersisa.

Entah kapan, semua nyanyi sunyi ini berakhir tenang.

Tentang sunyi, sore yang sepi.

...

Senin, 24 Mei 2010

...Mungkin Saja...

Kadang
Ada biru yang sendu
yang mengharu

Terkadang pula
Jingga yang merona
hangat di dada

Pernah merasa
Jatuh Cinta?

Ketika Rasa
Ketika Hati
Tak bertanya
Tapi menggoda

Dan menyapa
Hampir setiap detiknya

Mungkin,
tak semua cinta itu baik...

Selasa, 18 Mei 2010

Pagi

Sepagi ini gua menikmati perjalanan sepanjang menuju kantor. Entah apa, tapi rasanya begitu menyejukkan hati saja menikmati langit mendung di pagi ini. Bukan tentang rasa yang sedemikian sepi atau luka hati yang melelahkan yang tak jelas kapan berakhir.

Langit tadi mendung. Dia memikat. Rona kelabunya menghentikan semua tanya dan gelisah. Mendung sepagi ini tidak berarti bahwa dia hujan. Atau pula menandakan satu hari hari yang berjalan lambat. Tidak. Dia mendung. Kelabu pekat.

Tentang sepagi ini yang membuat gua terhenyak dalam nyamannya kelabu itu. Gua menikmati setiap ronanya. Pekat yang menenangkan. Dia bukan sendu, apalagi biru. Dia kelabu.

Hanya saja, sekarang sedang mendung. Dingin. Dia menenangkan.

Senin, 10 Mei 2010

...Hanya Saja...

Sepagi tadi saya merasa tak ada yang mengisi pikiran saya. Hanya membiarkannya begitu saja. Tentang pagi yang saya menikmati rona matahari yang menghangatkan sebelum panasnya tiba. Ah...mendadak saya merenungi sepanjang pagi tadi.

Dari angkutan umum saya melihat matahari dari balik gedung gedung yang tak terlalu menjulang namun mampu menyembunyikan sinar paginya. Dia hangat. Hari ini saya sadar, saya sudah kehilangan seseorang yang saya sebut sebagai matahari. Rona hati saya kemarin malam sangat terluka. Biru dan tak berdaya.

Tapi sekarang hari sudah berganti. Walau semangat saya belum pulih benar, saya sudah beranjak dari rumah untuk bekerja. Artinya, saya membiarkan semua berjalan kembali saja. Mengalir dan memenuhi ruang waktu saya. Penuh, hingga leburlah luka itu dalam nuansa yang berbeda dari kemarin malam.

Tentang seseorang yang tak mampu mengerti kamu ketika kamu mampu mengerti dia...Saya tak banyak lagi bertanya. Karena jika sudah, maka sudahlah. Tak perlu lagi bertanya jika dia sudah berhenti. Sekarang sudah titik. Saatnya berlanjut pada langkah kalimat baru.

Sepagi ini. Saya tersenyum. Sedikit rasa haru yang biru.

Selasa, 04 Mei 2010

...Minha Sol...


Bukan lagi tentang senja jinga yang hangat dan merona. Tapi kini hangatnya sudah masuk dan meresapi relung-relung hati. Hangatnya tak berhenti memberikan rona yang menggetarkan sel-sel jiwa ini.

Tentang hati yang kini merasakan rasa yang tak terpuaskan dengan kata-kata saja. Tentang hati yang kini menemukan muara untuk berhenti dan mengumpulkan semua kelelahan jiwa yang sepi dan mengalami sunyi yang hampa.

Lihatlah, sekarang sayap nya tak lagi rapuh. Tapi tak ingin mengepakkannya lagi. Tak juga ingin pergi. Sekarang hanya ingin berhenti disini. menikmati rasa yang selama ini tak menemukan jawab atas sepi yang hampa itu.

Minha Sol...