Sepagi tadi saya merasa tak ada yang mengisi pikiran saya. Hanya membiarkannya begitu saja. Tentang pagi yang saya menikmati rona matahari yang menghangatkan sebelum panasnya tiba. Ah...mendadak saya merenungi sepanjang pagi tadi.
Dari angkutan umum saya melihat matahari dari balik gedung gedung yang tak terlalu menjulang namun mampu menyembunyikan sinar paginya. Dia hangat. Hari ini saya sadar, saya sudah kehilangan seseorang yang saya sebut sebagai matahari. Rona hati saya kemarin malam sangat terluka. Biru dan tak berdaya.
Tapi sekarang hari sudah berganti. Walau semangat saya belum pulih benar, saya sudah beranjak dari rumah untuk bekerja. Artinya, saya membiarkan semua berjalan kembali saja. Mengalir dan memenuhi ruang waktu saya. Penuh, hingga leburlah luka itu dalam nuansa yang berbeda dari kemarin malam.
Tentang seseorang yang tak mampu mengerti kamu ketika kamu mampu mengerti dia...Saya tak banyak lagi bertanya. Karena jika sudah, maka sudahlah. Tak perlu lagi bertanya jika dia sudah berhenti. Sekarang sudah titik. Saatnya berlanjut pada langkah kalimat baru.
Sepagi ini. Saya tersenyum. Sedikit rasa haru yang biru.