Rabu, 08 Desember 2010

Cukup Saja

Kali ini, dengan nuansa yang tenang. Hujan yang ditemani nyanyi angin dingin. Aku mulai mendapati keadaan tenang dan nyaman. Dengan diriku sendiri. Semuanya. Yang kelam. Dan hening.

Entah mengapa aku sedemikian berharap mendapatkan suatu hal yang pada kenyataannya hanya sebuah utopia. Dan di sore ini, ditemani secangkir coklat hangat dan seorang sahabat penikmat hidup, aku mengerti.

Mengerti untuk tidak mampu juga mengerti.

Buang saja semua jengah itu. Hitam yang memekatkan suasana tenang. Buang jauh semua. Aku muak dengan ketenangan yang pura pura. Pretensi yang tak tau terima kasih.

Dan kini, sedih membayangi...

Sherina :: Pergilah Kau #nowplaying

Rabu, 20 Oktober 2010

Kelabu

Bukan tentang sesuatu yang tak pasti
Sore yang tak mengenakkan hati
Untuk menyadari satu bagian
Yang tak mungkin pernah didapatkan
Untuk penantian di senja jingga yang merona
Yang berakhir pada suatu bentuk nyata
Bahwa itu takkan pernah ada

Tentang nyanyi sunyi yang kini mengalun
Sore ini kelabu
Desir basah yang terasa membiru
Untuk kemudian mengerti
Tak ada yang memberi rasa pasti

Semua
Berakhir disini...
(di senja kelabu mendengarkan :: Kenny G - Sentimental)

Senin, 11 Oktober 2010

Jeda Sepi

Lama tak bercerita
Sejenak bertukar sapa
Tentang langit kelabu
yang mendung...

Terkadang gue mikir tentang semua keadaan yang terjadi belakangan ini. Semakin dijalani kok semakin tak menentu. Ruang itu masih benar terasa sepinya. Hampa yang sunyi.

Gue berpikir semua jalinan itu teramat rumit. Mengikat satu sama lain. Jengah untuk mengurainya.

Gue udah cukup lama berdiri disini. Menunggu untuk keadaan yang tak pasti. Menghenyakkan diri dalam batas-batas tak bertepi. Sebuah Ironi. Nyanyi luka dalam sepi.

Dalam keheningan, terkadang gue terjaga. Untuk selanjutnya menyadari nyeri hati yang teramat sering menyapa. Menyisakan ruang hampa yang tak pernah berjeda.

Sepi ini teramat biru. Bukan tentang satu, tapi biru. Yang biru, kelabu. Dan dia sendu.

Nyanyi sepi, mengalun.
Kamu tahu,
Karena menunggu, tak pernah bertepi...
(Suatu sore mendengarkan :: Kate Winslet : What if)

Senin, 04 Oktober 2010

...Hhh...

Apa mungkin hanya rasa saja...
Teramat lama menunggu dan menanti
Seorang yang hadir di senja jingga
Walau untuk mengerti
Untuk jawaban yang masih tetap sama

Terkadang senja itu tak merona
Seperti membuang semua ketenangan hati
Lalu menggantinya dengan sepi

Pernah merasakan penantian?
Tentang seorang yang memberi hangat
Yang meronakan hati
Disini
Tetap dalam menunggu sepi
Sendiri

(...suatu sore menunggu kamu membuka hati...)

Selasa, 21 September 2010

....


Tentang rasa sepi yang kali ini kudapatkan saat senja tengah merona tapi berteman kelabu di atas sana.
Kali ini entah kenapa perasaan itu kembali berjelaga di tepi hati. Kian meradang.
Sepi ini lama tak pernah terasa kini kembali menyapa. Sepi yang perih berujung pada nyeri hati. Sepi yang sendiri dan melenakan jiwa menuju rapuh lalu patah.
Tapi sepi kali ini tak merapuhkan. Dia bukan dengan air mata. Hanya saja sepi ini mengosongkan.
Kehilangan.
Dan mendung saat senja kian merona terasa membayangi nyanyi sepi ini.
Hanya ingin bersandar.
Sepi ini mengosongkan hati.
Hanya ingin berdiam.
Ini sepi, yang tak bertepi...
(sambil denger malaikat juga tahu - dewi lestari)

Selasa, 22 Juni 2010

Then


Gua suka pagi itu.
Untuk sejenak gua melupakan hal bodoh yang menjemukan.
...

Jumat, 18 Juni 2010

...Sore...

Suatu senja, gua berdiri menatap tepat ke langit yang jingganya ditemani awan tipis kelabu. Sore yang selalu menentramkan hati yang lelah.

Seperti senja kali ini yang gua nikmati.

Hidup tak selalu mudah untuk di jalani. Hanya saja, jika hati sudah tak terbebani, maka hidup pun terasa lebih ringan.

Kali ini, gua menikmati setiap detil yang terjadi.

Sore ini....

Senin, 14 Juni 2010

...Langit Pagi...


Gua cuma bingung dengan apa yang gua jalani belakangan ini. Kelabu yang tak mampu memikat. Penat yang kian merayapi setiap jengkal pori di tubuh gua.

Adakah biru yang mengharu?

Gua menatap langit pagi ini. Semburat warna menari di pagi yang dingin berembun. Adakah sepi ini bertepi. Tentang Pagi, Tentang langit yang biru.

Pernah merasa benar-benar sendiri? Dimana rasa yang entah apa namanya meliputi sekujur jiwa dan raga berasa entah seperti apa.

Hmmm...

Entahlah.

Senin, 07 Juni 2010

....Undefined...

Semua tentang hari yang mendung dan tak berakhir cerah. Gua lelah, in semua membuat keadaan terasa jengah. Pekat. Terasa Penat. Bila memang harus berakhir, maka berakhirlah.
Hhh...

Selasa, 25 Mei 2010

...Entah Kapan...

Gua duduk di sore yang tenang. Memperhatikan nyanyi sunyi yang terus menemani. Rona senja tak lagi menghangatkan. Entah kemana perginya rasa itu.

Tentang sore yang sunyi ini.

Mungkin, yang sampai saat ini, gua hanya menikmati semua yang terjadi. Membiarkannya mengalir. Membelasak masuk, menelusup dalam setiap ruang jeda yang tersisa.

Entah kapan, semua nyanyi sunyi ini berakhir tenang.

Tentang sunyi, sore yang sepi.

...

Senin, 24 Mei 2010

...Mungkin Saja...

Kadang
Ada biru yang sendu
yang mengharu

Terkadang pula
Jingga yang merona
hangat di dada

Pernah merasa
Jatuh Cinta?

Ketika Rasa
Ketika Hati
Tak bertanya
Tapi menggoda

Dan menyapa
Hampir setiap detiknya

Mungkin,
tak semua cinta itu baik...

Selasa, 18 Mei 2010

Pagi

Sepagi ini gua menikmati perjalanan sepanjang menuju kantor. Entah apa, tapi rasanya begitu menyejukkan hati saja menikmati langit mendung di pagi ini. Bukan tentang rasa yang sedemikian sepi atau luka hati yang melelahkan yang tak jelas kapan berakhir.

Langit tadi mendung. Dia memikat. Rona kelabunya menghentikan semua tanya dan gelisah. Mendung sepagi ini tidak berarti bahwa dia hujan. Atau pula menandakan satu hari hari yang berjalan lambat. Tidak. Dia mendung. Kelabu pekat.

Tentang sepagi ini yang membuat gua terhenyak dalam nyamannya kelabu itu. Gua menikmati setiap ronanya. Pekat yang menenangkan. Dia bukan sendu, apalagi biru. Dia kelabu.

Hanya saja, sekarang sedang mendung. Dingin. Dia menenangkan.

Senin, 10 Mei 2010

...Hanya Saja...

Sepagi tadi saya merasa tak ada yang mengisi pikiran saya. Hanya membiarkannya begitu saja. Tentang pagi yang saya menikmati rona matahari yang menghangatkan sebelum panasnya tiba. Ah...mendadak saya merenungi sepanjang pagi tadi.

Dari angkutan umum saya melihat matahari dari balik gedung gedung yang tak terlalu menjulang namun mampu menyembunyikan sinar paginya. Dia hangat. Hari ini saya sadar, saya sudah kehilangan seseorang yang saya sebut sebagai matahari. Rona hati saya kemarin malam sangat terluka. Biru dan tak berdaya.

Tapi sekarang hari sudah berganti. Walau semangat saya belum pulih benar, saya sudah beranjak dari rumah untuk bekerja. Artinya, saya membiarkan semua berjalan kembali saja. Mengalir dan memenuhi ruang waktu saya. Penuh, hingga leburlah luka itu dalam nuansa yang berbeda dari kemarin malam.

Tentang seseorang yang tak mampu mengerti kamu ketika kamu mampu mengerti dia...Saya tak banyak lagi bertanya. Karena jika sudah, maka sudahlah. Tak perlu lagi bertanya jika dia sudah berhenti. Sekarang sudah titik. Saatnya berlanjut pada langkah kalimat baru.

Sepagi ini. Saya tersenyum. Sedikit rasa haru yang biru.

Selasa, 04 Mei 2010

...Minha Sol...


Bukan lagi tentang senja jinga yang hangat dan merona. Tapi kini hangatnya sudah masuk dan meresapi relung-relung hati. Hangatnya tak berhenti memberikan rona yang menggetarkan sel-sel jiwa ini.

Tentang hati yang kini merasakan rasa yang tak terpuaskan dengan kata-kata saja. Tentang hati yang kini menemukan muara untuk berhenti dan mengumpulkan semua kelelahan jiwa yang sepi dan mengalami sunyi yang hampa.

Lihatlah, sekarang sayap nya tak lagi rapuh. Tapi tak ingin mengepakkannya lagi. Tak juga ingin pergi. Sekarang hanya ingin berhenti disini. menikmati rasa yang selama ini tak menemukan jawab atas sepi yang hampa itu.

Minha Sol...

Rabu, 28 April 2010

...selepas sore itu...


entah lah, setelah seharian bersenang senang walau pun ga jelas kerjaannya, akhirnya tanpa sengaja gua bisa shoot ni cewe... Aslinya gua ga kenal sama dia.

Dia duduk gitu di depan gua, yeah,,,jarak beberapa meter lah... Gubrak deh... dah lama ga megang kamera. Gitu gua liat objek lucu kaya gini...

Yeah,,, menyenangkan lah...

Selepas sore itu, saya lelah. Pulang cepat2 ke rumah di anterin si Roy. Kena macet pula, so long.. I enjoy it all....

Senin, 05 April 2010

...Hening...

Saya meragukan apa yang terjadi pada saya malam ini. Seorang teman, yang pernah ada dalam hidup saya, dan saya baru mengerti semua kebuntuan yang terjadi dalam hidup saya belakangan ini. Saya sudah menyelesaikannya. Setelah sekian lama menumpuk tanpa kejelasan.

Saya nggak tau dan sekarang malah nggak mau tau keadaan saya dan dia. Tepatnya, walaupun pertemanan kita cukup panjang dan logis, tapi intinya saya menghadapi jeda kehidupan yang cukup berarti ketika hadirnya dia dalam hidup saya.

Dan sekarang, baru saja, semua selesai dan berakhir tenang. Cenderung kelabu. Apapun itu, saya nggak tau penyelesaian terbaik. Yang saya tau, jika ini harus berakhir, saya mencoba ikhlas untuk menghadapi dilema saya. Tentang seorang teman itu, saya nggak pernah tau keadaan nya. Dan lebih baik begini.

Tentang keadaan saya sekarang...

Hmm...

Semua berjalan tenang. Saya nggak mau melibatkan apapun dalam keadaan saya. Yang saya tau, jika tidak berjalan lancar, semua itu karena imbas dari perbuatan saya juga.

Kecenderungan sekarang yang saya hadapi dalam proses transisi saya. Huff...andai teman saya itu tau, dia pasti selalu memberi semangat buat saya seperti lalu-lalu yang dia lakukan untuk saya.

Semalam, suatu sore yang hening...saya menikmati sendiri yang kelabu.

Bukan sedih. tapi kelabu. Rona rona jingga tak terlihat sore itu.

Kamu tau, saya tidak membenci kamu. Sama sekali tidak. Sekalipun rasa yang ditinggalkan kelabu. Tapi saya tetap mampu berusaha tersenyum.

Kini, hening...

Rabu, 31 Maret 2010

Sore


Tentang hari yang berujung pada malam. Sore yang kadang mampu memikat siapa pun untuk menghenyakkan pikirannya yang lelah dalam damai.

Terkadang, gua duduk sendiri menikmati sore. Hembusan angin terkadang menemani. Tak begitu sering memang, namun jika sempat dan mendapatkan momen yang tepat, nikmat sekali rasanya mampu mengalami keadaan demikian.

Sore ini, tak terlalu cerah. Tak sama hangatnya dengan senja sebelum ini. Dia cenderung dingin. Kelabu sendu.

Entahlah, rasanya tenang. Dan menenangkan saja.

Hhh....

Selasa, 30 Maret 2010

Melancholic

Seems like the melodic and sad stories… halah, gua berasa nggak banget menjalani dengan kehampaan ini.

Kali ini, duduk di lantai lima dan menghadap jendela keluar sana. Pandangan tepat pada jalan raya yang berjejal dengan kendaraan siang ini. Belum terlalu terik, tapi setidaknya sudah cukup hangat untuk mencairkan kesunyian ini.

Perasaan yang tak mengenakkan hati, entahlah…

Hanya sedikit yang tersisa dari pagi tadi, sepi yang berujung pada senyap suasana hati.

It’s so melancholic now…

euh…